Hanafi Rais dan Becak Listrik untuk Indonesia

Hanafi Rais dan Becak Listrik untuk Indonesia

Hanafi Rais dan Becak Listrik untuk Indonesia

JAKARTA - Sebuah becak biru bertuliskan "HAN" bertengger di Balai Kota DKI Jakarta. Pada sandaran tempat duduknya terdapat tulisan "Becak Listrik: Ramah Lingkungan, Bahagia Warganya". Becah tersebut diharapkan bisa digunakan tak hanya di DKI, tapi juga di daerah lain di Indonesia.

Bentuk becak tersebut tidak berbeda jauh dengan becak pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah dia menggunakan tenaga listrik.

Becak itu merupakan buah dari ide Ahmad Hanafi Rais, Waketum PAN yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

"Becak ini hasil pemikiran lokal dengan modernitas. Energi listrik, energi masa depan. Jadi ini pertemuan antara tradisi dan modernitas," kata Hanafi saat berbincang dengan Okezone di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu lalu.

Pengemudi tak perlu capek-capek mengayuh becak tersebut, cukup di-gas maka becak pun melaju. Energi listrik dipasok lewat charger. Kalau energi listrik habis, becak kembali bisa dikayuh manual.

Becak tersebut menggunakan dinamo 1.000 Watt 48 Volt. Baterainya cukup di-charge selama tiga jam untuk menempuh jarak 40 kilometer. Kecepatan yang dihasilkan kendaraan tersebut mencapai 25 kilometer per jam, dengan kesanggupan membawa beban seberat 250 kilogram.

Pada Maret 2018 lalu, becak listrik ini diserahkan Hanafi ke Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan. Penyerahan kendaraan roda tiga tersebut sebagai bentuk dukungan kepada kebijakan Pemprov DKI, yang berencana menghidupkan kembali becak di Ibu Kota, khususnya di permukiman ataupun tempat wisata.

Hanafi yang kini maju sebagai caleg DPR RI dari PAN dengan daerah pemilihan DI Yogyakarta itu berharap, becak ramah lingkungan bisa meminimalisasi polusi.

"Saya usulkannya jangan langsung mutlak berubah. Tidak. Perlahan-lahan saja misalnya di tempat wisata untuk wira-wiri turis. Jadi becak parisiwisata dulu. Kalau orang jalan-jalan itu kan ndak jauh. Jadi ada moda becak listrik yang ramah lingkungan dan yang ngayuh ndak capek karena tinggal gas," ujar dia.

Pria kelahiran Chicago, Amerika Serikat 39 tahun lalu itu mengatakan di Belanda dan Jerman, becak listrik jadi salah satu moda transportasi. Di Jakarta, kebijakan itu bisa diterapkan asal ada keinginan politik dari pemimpinnya.

"Jadi ini hanya political will saja apakah pemerintah pusat atau daerah khususnya dalam urusan kebijakan lalu lintas tidak berpolusi udara. Dan bisa juga undang investor bahwa this is a good business karena bisa terkoneksi dengan pariwisatanya," ujarnya.

Becak listrik itu hanya diproduksi lima unit saja, sebagai percontohan. Ia menyerahkan tindaklanjutnya ke pemerintah. "Saya menghindari bisnis," kata Hanafi.

sumber : okezone

 

admin

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close