Harapan Hanafi Rais soal Posisi Indonesia di DK PBB

Harapan Hanafi Rais soal Posisi Indonesia di DK PBB

Harapan Hanafi Rais soal Posisi Indonesia di DK PBB

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menyatakan, Indonesia harus bisa membuktikan diri untuk menjalankan peran strategis sebagai anggota tidak tetap (ATT) Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mewakili Asia Pasifik periode 2019-2020. Menurutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan posisi strategis itu untuk melakukan diplomasi keamanan, terutama yang menyangkut berbagai macam konflik di Asia, termasuk Timur Tengah.

"Efektivitas Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB itu yang diukur adalah seberapa kuat bisa menggalang kekuatan untuk melahirkan aturan-aturan atau resolusi atau penegakkan resolusi kepada negara yang melanggar aturan internasional," ucap Hanafi, Minggu (10/6).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, Indonesia harus punya target dalam penyelesaian konflik atau menyuguhkan solusi perdamaian. Untuk itu, kata Hanafi, Indonesia harus punya berbagai inisiatif dalam mencari solusi bagi konflik di berbagai wilayah, terutama kawasan Asia Pasifik.

"Jadi itu (konflik, red) untuk diselesaikan oleh Indonesia dan itu atas inisiatif Indonesia, bukan sekadar menjalankan inisiatif negara lain, tapi menginisiasi dan menyelesaikan," tegasnya.

Lebih lanjut Hanafi mengatakan, hal yang perlu menjadi prioritas Indonesia adalah menyelesaikan persoalan Palestina. Putra pendiri PAN Amien Rais itu menegaskan, Indonesia selain harus memenuhi amanat konstitusi untuk memperjuangkan bangsa terjajah, juga punya utang budi terhadap Palestina.

"Jadi jangan sampai ada lagi bahwa Israel yang terkenal punya reputasi melanggar aturan internasional dibiarkan saja, dan membuat malu organisasi internasional sebesar PBB. Indonesia punya kepentingan strategis di situ," jelas putra Amien Rais ini.

Prioritas lainnya adalah penyelesaian konflik di Suriah dan mewujudkan pedamaian di Semenanjung Korea. Hanafi mengharapkan ada progres atas persoalan-persoalan itu selama Indonesia duduk di DK PBB.

"Itu yang harus dibangun. Karena kalau punya posisi strategis tapi tidak untuk menginisiasi, tidak aktif membuat solusi, ya tidak ada gunanya," pungkas Hanafi.

admin

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close