Mas Han: Jangan Stigma Ar-Rayah dan Al-Liwa Sebagai Bendera Ormas

Mas Han: Jangan Stigma Ar-Rayah dan Al-Liwa Sebagai Bendera Ormas

Mas Han: Jangan Stigma Ar-Rayah dan Al-Liwa Sebagai Bendera Ormas

Islam, mengenal Ar-Rayah dan Al-Liwa. Ar-Rayah adalah panji yang digunakan semasa Rasulullah Muhammad, dalam beberapa momentum pergerakan kaum muslimin saat itu. Utamanya, ketika berperang.

Begitu pula Al-Liwa. Ini adalah bendera yang juga digunakan semasa Rasulullah melakukan beberapa gerakan bersama para sahabat, utamanya untuk membedakan kelompok dalam situasi peperangan.

Ciri utama dari panji itu adalah warna dasar putih dan hitam. Panji itu merupakan penanda pasukan Nabi Muhammad SAW, yang dinamai Rayat Al-Uqab atau Panji Elang dan warnanya polos.

Kemudian, ada juga panji dengan seluruhnya berwarna hitam dari pasukan Islam, yang dinamai Al-Uqab. Ini merujuk pada Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas RA, bahwa Rayah Rasulullah SAW berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih.

Ar Rayah merupakan panji perang Rasulullah berwarna hitam bertuliskan lafaz Tauhid: Laa ILaaha Illaallah Muhammadar Rosulullah. Sedangkan Liwa merupakan bendera Rasulullah berwarna putih.

Mas Han, panggilan akrab dari Hanafi Rais, dalam keterangannya kepada publik, mengungkapkan bahwa masyarakat sebaiknya bersikap bijak dan obyektif terhadap bendera Tauhid itu. Bahwa, jika kemudian ada ormas yang sering membawa atribut seperti itu, HTI misalnya, tidak bisa dianggap bahwa bendera Tauhid adalah bendera HTI.

Juga, dalam sejarah peradaban Islam di Indonesia, penggunaan lambang dan simbol bendera Tauhid sudah banyak dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Islam di nusantara. Sehingga, membangun stigma bahwa bendera Tauhid adalah bendera ormas, adalah sikap yang tidak bijak.

Karenanya, Mas Han menilai bahwa insiden pembakaran bendera di Garut saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin, 22 Oktober oleh Banser NU, tidak bisa dikaitkan begitu saja dengan HTI.

Karenanya, bendera yang dibakar di insiden itu, adalah bendera Tauhid, bukan bendera HTI, seperti yang juga telah disampaikan dalam pernyataan Majelis Ulama Indonesia.(*)

admin

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close